Sisi lain dari Asian Youth Day…

(Kisah nyata. Sharing seorang teman)

Saya punya teman. Tidak terlalu dekat, tidak terlalu jauh juga. Saya tdk bisa dekat dg dia, karena pandangannya yg lumayan fanatik dg iman kristiani. Sdh berusaha maksimal untuk mendekat, tapi selalu kandas di tengah jalan. Terkesan ada jarak diantara kami.

Tapi hari ini saya sungguh terkejut. Pagi-pagi dia nyodorin flashdisknya pada saya.
“Mas, tulung disimpan file yg tari-tarian yaa?”
“Lhoo memang ada apa Pak?”
“Orang Muda Katolik memang luar biasa. Bisa kumpul dari banyak negara. Dan, anak saya diminta menari dengan tarian Malaysia. Dia senengnya luar biasa. Ternyata orang Katolik itu sungguh menerima keyakinan lain.”

Hati saya makjleb. Flashdisk saya terima, saya copy tariannya, dan saya menghormati pujian tulusnya. Jabat tangan pagi tadi terasa istimewa.

Lalu saya pesen, “Pak tolong anaknya jangan putus persahabatan dg orang muda Katolik kami. Siapa tahu suatu saat kelak anak Bapak diminta menari di negara lain, di tingkat event Internasional.”
Temen saya terasa sangat bahagia dan gembira sekali. “Oke2, tulung kalau ada info event2 kayak gini, saya dikabari yaaa…siapa tahu bisa berpartisipasi, ” pesannya padaku.
“Oke Pak, siaaaap….!!”

Trims, Asian Youth Day. Acaramu sungguh membuka wawasan dan iman kami. Membantu memperdalam persahabatan diantara kami. Semoga karenamu, GEREJA tidak lagi DI ASIA, tetapi sungguh menjadi GEREJA ASIA.

Amin.

Ditulis Ulang oleh Rm. FX Endra Wijayanto, Pr

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *