Salam Indonesia!
Pagi ini, 11 Februari 2018, pukul 07.30 di Gereja Stasi Santa Lidwina Bedog, Paroki Kumetiran, Yogyakarta telah terjadi peristiwa penyerangan oleh seseorang pada perayaan ekaristi Minggu pagi. 

Gerejaini terletak di Jalan Jambon Trihanggo No. 3, Gamping, Trihanggo, Sleman, 
Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Stasi ini menajdi bagian dari Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bercela Kumetiran, Kevikepan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Peristiwa pagi ini menambah duka kita semua di tengah keprihatinan bersama atas situasi 
Yogyakarta beberapa waktu terakhir ini. 

Melihatperkembangan yang terjadi menjadi perlu bagi kami untuk menyampaikan hal-hal berikut ini:

1. Gereja Katolik ikut berduka dan bersolidaritas bagi segenap umat, aparat, dan Romo Karl 

Edmund Prier, SJ yang mengalami luka-luka dalam peristiwa ini. Kami berdoa semoga para 
korban dapat segera pulih seperti sedia kala.
2. Kami mengapresiasi kesiapsiagaan umat Katolik Stasi Lidwina Bedog dan warga masyarakat
sekitar sehingga pelaku dapat dilokalisir di dalam Gereja sehingga tidak menimbulkan 
korban lebih jauh. 
3. Kami juga mengapresiasi kesiapsiagaan aparat setempat yang segera dapat melumpuhkan 
pelaku di lokasi sehingga situasi keamanan dapat kembali dipulihkan.
4. Kami mengutuk keras atas terjadinya peristiwa kekerasan di saat perayaan ekaristi ini. 
Ekaristi adalah perayaan puncak dalam Gereja Katolik. Perayaan ini adalah perayaan ibadat 
internal Gereja Katolik. Di dalamnya segenap umat merayakan karya penyelamatan Kristus 
sendiri. Di situ Gereja Katolik bersyukur, mempelajari kitab suci, dan yang paling utama 
mengalami perjumpaan dengan Allah sendiri melalui komuni suci.
5. Kami mendesak agar aparat keamanan negara dan pelayan publik agar memberi 
perlindungan kepada segenap umat Stasi Bedog agar dapat kembali menjalankan 
ibadatnya tanpa gangguan sebagaimana rutin mereka selenggarakan, baik di bangunan 
gereja stasi maupun di tengah umat. 
6. Kami menyerukan kepada aparat keamanan dari daerah hingga ke pusat:
a. Mendesak kepada segenap aparat keamanan agar bisa mengusut kasus ini hingga 
tuntas dan menyelidiki sampai ke akar-akarnya, serta membawanya ke muka. 
b. Mendesak agar aparat tidak mempetieskan dan mendiamkannya begitu saja 
sebagaimana telah terjadi di berbagai kasus kekerasan serupa yang lain. 
c. Mendesak agar aparat keamanan bersikap proaktif dan bertindak tegas 
mengantisipasi gangguan keamanan yang terjadi sehingga bisa mencegah 
terulangnya kasus serupa di tempat lain.
d. Mendesak agar aparat keamanan tidak hanya mencegah gangguan keamanan tetapi 
turut berjuang menjaga hak hak dasar sebagai warga negara Republik Indonesia 
tanpa kecuali. ditegakkannya nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 dan memberikan 
jaminan perlindungan yang sama dalam kebebasan beragama dan beribadah, 
perlindungan hak-hak asasi manusia, serta
7. Kami berharap kepada segenap aparat sipil negara dan penyelenggara pelayanan publik di
berbagai lini agar segera melakukan langkah cepat menciptakan sistem yang efektif agar 
kasus-kasus serupa tidak terjadi. Selain itu, juga secara aktif turut berjuang menjaga 
ditegakkannya nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 dan memberikan jaminan perlindungan 
yang sama dalam kebebasan beragama dan beribadah, perlindungan hak-hak asasi 
manusia, serta hak hak dasar sebagai warga negara Republik Indonesia tanpa kecuali.
8. Kami menyerukan agar segenap umat Katolik di mana saja agar bersikap tenang, menahan 
diri, dan bijaksana dalam situasi sulit ini. Kami mohon agar umat turut berkontribusi 
menjaga kondisi dengan tidak memperbesar isu yang justru akan kontraproduktif bagi 
penanganan kasus ini. Mari berdoa dan berjuang bersama-sama bagi perdamaian dan 
keadilan di NKRI. Secara khusus kami memohon kebijaksanaan umat dan segenap 
masyarakat dalam bermedia sosial agar dapat memelihara situasi keamanan dan tidak 
memperkeruh situasi.
9. Kepada segenap masyarakat Yogyakarta dan masyarakat Indonesia pada umumnya, 
terimakasih atas segenap dukungan dan ungkapan simpati yang diberikan. Mari kita 
bersama-sama bergotong royong membela NKRI, nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, dan 
Bhinneka Tunggal Ika. Mari kita pastikan bahwa ibu pertiwi tetap damai, rukun, dan adil 
bagi semua anak bangsa.
Demikianlah pernyataan sikap kami, kami berharap semoga situasi dapat segera dipulihkan. 
Semoga lewat peristiwa ini kita semua semakin diteguhkan sebagai dalam persaudaraan dan kesatuan. 

Jakarta, 11 Februari 2018


Rm FX. Endra Wijayanto Pr 

( Ketua Komisi Keadilan dan Perdamaian Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *