Focus Grup Discussion Pegiat Sosial Kemasyarakatan Kevikepan Surakarta dalam rangka menyambut Pemilu 2019

Bagaimana membangun keberdayaan umat di tingkat basis agar mampu turut mengawal demokrasi dan keindonesiaan di negeri ini, demikianlah kesimpulan yang bisa ditarik dari Focus Grup Discussion Pegiat Sosial Kemasyarakatan Kevikepan Surakarta dalam rangka menyambut Pemilu 2019.

Pagi itu, Minggu, 7 April 2019, sembari menunggu dimulainya acara sesuai dengan jam yang ditentukan panitia lokal, Romo Endra Wijayanta, Pr tiba-tiba mengambil microphone dan mulai berkisah. Romo berbagi tentang penanganan berbagai kasus yang akhir-akhir ini muncul di Keuskupan Agung Semarang.  Gereja butuh bergerak menanggapi tantangan yang ada, dan kita semua sebagai umat harus membangun langkah bersama untuk itu.

Acara ini dilaksanakan di Pastoran Mahasiswa Katolik Surakarta dengan dihadiri 25 peserta, sebagian besar berasal dair paroki-paroki seputar koita Surakarta. Mereka yang hadir memiliki latar belakang yang beragam, sehingga diskusi yang berkembang menjadi sangat bernas dan kaya.

Pukul 11.00 siang acara dibuka dengan kata pengantar dari Mas Daniel, ketua Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan, Kevikepan Surakarta. Diikuti dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa pembukaan dan sambutan dari Romo Endra Wijayanta, Pr. Diskusi kemudian dilanjutkan dengan paparan pemantik dari mas Bambang Wahyu S. Dalam paparannya beliau menguraikan bahwa saat ini Indonesia dihadapkan pada dua situasi yang mempegaruhi bukan hanya iklim politik tetapi dinamika sosial kemasyarakatan sehari-hari. Pertama, adanya puber keberagamaan di Indonesia, yang melahirkan antusiasme atas hal-hal berbau agama, dan melebar ke berbagai ruang di tengah masyarakat. Kedua, adanya kecenderungan segregasi sukarela berbasis identitas yang menciptakan pemisahan sosial satu sama lain. Situasi ini memunculkan tegangan di ruang publik yang mempengaruhi solidaritas sosial negeri ini.

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan tanggapan dan sharing dari para peserta. Salah satu yang disoroti adalah kurangnya partisipasi  kaum muda Katolik untuk mengawal pelaksanaan pemilu. Tercatat ada 1743 TPS di kota Surakarta, sementara upaya salah satu ormas Katolik untuk membangun gerakan pemantau pemilu hanya memperoleh 50 relawan kaum muda Katolik. 

Forum bersepakat perlunya mendorong keterlibatan kaum muda Katolik dan seluruh umat di sepanjang proses pemilihan, mulai dari membantu persiapan pelaksanaan hingga penghitungan suara selesai dilakukan. OMK juga diarapkan berperan menemani para umat yang sepuh agar dapat menggunakan hak pilih mereka dengan sebaik-baiknya.  Sementara itu keterlibatan aktivis umat yang selama ini terkesan “jauh” dari dunia politik elektoral juga harus didorong. Para peserta juga mengkritisi kerentanan yang berkembang di Surakarta dan sekitarnya dan bagaimana mengantisipasi hal tersebut. Disadari, selain mendorong partisipasi, perlu pula penyadaran dan antisipasi tentang kerentanan ini di tengah umat.

Selepas makan siang diskusi dipertajam dengan pengambilan kesepakatan bersama dari para partisipan. Para pamong lingkungan harus didorong  agar memastikan umat turut berkontribusi pada terlaksananya pemilu di daeraha mereka masing-masing dengan damai, baik, jujur, adil. Sosialisasi teknis pemilihan kepada umat di hari-hari akhir harus dilakukan.  juga harus diupayakan kesadaran umat agar jalannya pemilu di TPS mereka masing-masing berjalan aman dan lancar. Koordinasi dan bantuan harus diberikan kepada panitia PPS dan panwas yang bekerja.  Salah satu rekomendasi yang perlu segera dilakukan adalah adanya seruan kongkrit dan praktis kepada seluruh umat terkait hal-hal ini. Pada pukul 15.00 diskusi ini berakhir dengan beberapa kesepakatan kongkrit untuk bisa segera dilaksanakan di hari-hari akhir jelang Pemilu 2019 ini.

Diskusi  yang dimotori tim KKPKC Kevikepan Surakarta ini adalah bagian dari upaya mengkonsolidasikan dan menyiapkan pegiat sosial kemasyarakatan di berbagai kevikepan di Keuskupan Agung Semarang menjelang Pemilu serentak 17 April 2019. FGD ini menjadi bagian dari upaya penyiapan eksponen umat jelang Pemilu sekaligus untuk menguatkan kemitraan lintas komisi di kevikepan.  Ke depan akan kembali didorong upaya sinergi di kevikepan-kevikepan lain, serta di tingkat keuskupan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *