Menjadi penggerak, mencari Pancasila

Dari pelatihan Penggerak Pancasila KKPKC KAS, 22-26 Juli 2019 “Kami belum pernah mendengar kIsah di balik lahirnya Pancasila yang sehidup itu. Kami hanya diajarkan oleh para guru sekolah kami bahwa ada beberapa versi Pancasila seperti Yamin, Sukarno, Supomo, dan lain-lain,” Kata salah satu peserta mengomentari paparan tentang Sejarah Pancasila yang disampaikan oleh Dr. Heri Santoso, tenaga ahli di Pusat Studi Pancasila.  Usia peserta yang semuanya milenial, nampaknya belum cukup menjarakkan mereka dari konseptualisasi Pancasila era Orde Baru. Orde Baru memang memiliki mesin ideologisasi yang sangat terstruktur, massif, dan sistematis jauh lebih kuat dari UKP PIP dan BPIP di saat ini. Tak heran warisan konsepsi sepihak mereka tentang Pancasila, masih sangat tertanam di negeri ini. Dan persis pendekatan...

Pelatihan Penggerak Pancasila

Pancasila yang kita hidupi dan menghidupi keindonesiaan kita dengan seperangkat nilai yang memungkinkan kita hidup bersama secara adil, demokratis, bersatu, berkemanusiaan, dan beriman itu ternyata bukanlah sebuah prinsip yang selalu ada, statis, dan kokoh tak berubah. Pancasila sebagai nilai adalah realitas dinamis yang harus dihidupi terus-menerus. Ia adalah jiwa bangsa yang sekali tempo bisa berkobar dan di saat yang lain meredup kehilangan asa. Hidup mati Pancasila, adalah  hidup dan mati Indonesia juga. karena semangat keadilan, demokrasi, kesatuan, kemanusiaan, dan ketuhanan yang membentuk keindonesiaan sangat tergantung pada hdiup dan mati Pancasila juga. Dari kesadaran inilah maka kita semua membutuhkan para Penggerak penjaga api. Perawat dan penyemai nilai-nilai Pancasila di tengah hidup bersama. Untuk itulah kami, Komisi...