SARS Cov-2 bukan hanya virus yang menyerang pada tubuh, terutama sistem pernafasan kita, mlelainkan juga pada keseluruhan sendi-sendi masyarakat. Penularan yang sangat cepat dan sulit terdeteksi menyebabkan volume penderita meningkat. Rumah-rumah sakit dan pusat-pusat kesehatan masyarakat  dengan cepat terisi melampaui upaya pemerintah dan masyarakat melakukan penambahan kapasitas sistem perawatan kesehatan.  Mereka yang tidak mendapat pelayanan medis yang memadai, apalagi kelompok rentan, dengan sendirinya berada di bawah bayang-bayang resiko kesehatan yang tinggi.

Tidak ada jalan lain untuk meredam ancaman kesehatan yang ada selain dengan menerapkan kedisiplinan  untuk penjarakan fisik, pembatasan mobilitas sosial, pemakaian masker, kebiasaan mencuci tangan, pembatasan aktivitas, serta penguatan sistem kekebalan tubuh. 

Namun ini ternyata tidak mencukupi, Covid-19 menciptakan dampak-dampak ekonomi, psikologis, sosiologi yang membutuhkan penanganan yang berbeda. ketahanan diri menghadapi Covid-19 membutuhkan pula kedisiplinan dan kecermatan di berbagai bidang yang lain. Ketahanan di berbagai lini ini secara epidemiologis dapat membantu mengatasi penyebaran virus.

Berikut adalah peta ketahanan terhadap Covid-19 yang harus dibangun  di tengah kita :

Ketahanan Pribadi

Benteng yang pertama dan utama terhadap Covid-19 adalah individu. Inti dari ketahanan pribadi terhadap Covid-19 adalah kemampuan individu untuk mengurangi resiko keterpaparan dan mengatasi dampak ikutan yang menyertai pandemi Covid-19. Ada beberapa kunci membangun ketahanan pribadi :

  1. wawasan dan jaring pengaman kesehatan
    1. pahami benar-benar Covid-19 (dampak, penularan, pencegahannya, serta kebijakan pemerintah terkait hal tersebut). Dapatkan dari sumber-sumber yang valid dan jelas.
    2. dapatkan kontak dengan satgas Covid-19 di kampungmu bila ada, dan atau kontak sarana-sarana kesehatan terdekat
  2. bangun kebiasaan pribadi yang sehat :
    1. rajin mencuci tangan
    2. menjaga jarak
    3. mengurangi mobilitas
    4. mengenakan masker
    5. bersih diri begitu memasuki rumah
    6. jika harus keluar rumah rencanakan dan persiapkan perjalanan agar efektif
    7. kebiasaan keluar dan masuk rumah yang benar
  3. menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh
    1. istirahat yang mencukupi
    2. pola makan yang sehat dan bergizi
    3. berjemur pada jam 9-10 pagi
    4. vitamin dan suplemen kesehatan bila perlu
    5. olahraga secara teratur
  4. menjaga kesehatan psikis
    1. selalu berpikir positif
    2. beristirahat dari/batasi akses media sosial dan sumber berita Covid-19
    3. dapatkan sumber-sumber informasi yang bisa dipercaya
    4. membangun komunikasi dengan keluarga, sahabat, dan orang-orang yang kita cintai
    5. lakukan kegiatan pengalih perhatian/hobby di rumah
    6. bagi Anda yang bekerja dari rumah, temukan keseimbangan bagi kerja yang produktif dan efektif, keluarga, dan aktvitas pribadi
    7. temukan pola rutinitas baru dengan bekerja dari rumah
    8. rencanakan pemasukan dan pengeluaran dengan baik sehingga aman secara finansial
  5. pengelolaan keuangan pribadi
    1. siapkan mental untuk menerima keadaan dan membangun gaya hidup hemat
    2. rencanakan pengeluaran Anda untuk masa krisis 4 bulan ke depan sehemat mungkin dan berdisiplinlah dengan itu
    3. periksa anggaran pribadi, hapus pengeluaran yang tidak penting dan dialihkan untuk mencukupi kebutuhan di masa darurat
    4. prioritaskan hanya kebutuhan dasar  (pangan, kesehatan, dan utilities  {air, listrik, telepon, internet]).
    5. bijaksanalah dalam belanja, belanjalah yang sangat dibutuhkan, risetlah sebelum belanja, serta belilah barang yang multifungsi dan efektif
    6. lunasi hutang-hutang jangka panjang, usahakan mendapatkan penundaan pembayaran sejauh dimungkinkan
    7. temukan penghasilan tambahan  danpastikan  aman dari resiko terpapar Covid-19
    8. sebisa mungkin jangan mengambil hutang
    9. Sebisa mungkin tidak mencairkan aset dan tetaplah berinvestasi
  6. keamanan logistik pribadi
    1. pahami tingkat kebutuhan logistik pribadi
    2. rencanakan kebutuhan logistik pribadi untuk 1 bulan ke depan
    3. lakukan pengadaan logistik secara bertahap agar tidak terjadi “rush” di pusat perbelanjaan/toko

Ketahanan Keluarga

Tak kalah penting dengan ketahanan pribadi, ketahanan keluarga adalah benteng paling penting untuk menghadapi Covid-19. Pertama, keluarga (khususnya keluarga yang tinggal dalam satu rumah) adalah unit sosial terkecil yang tidak semua aturan perilaku hidup sehat melawan Covid-19 dapat diberlakukan secara efektif, kedua, keluarga menjadi unit pertahanan hidup sehari-hari dari pribadi. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk membangun ketahanan keluarga :

  1. Adanya upaya edukasi Covid-19 kepada seluruh anggota keluarga, sehingga seluruh keluarga memahami apa itu Covid-19, bagaimana menghindarinya, dan kesadaran bersama untuk menjadikan rumah selalu terhindar dari resiko terpapar Covid-19
  2. Membangun ketahanan pribadi seluruh anggota keluarga, terutama kebiasaan hidup sehat, kekebalan tubuh, dan kesehatan psikis  (lihat no2,3, dan 4), berdisiplin dan konsisten menjalankannya
  3. sarana (sabun, air bersih, desinfektan, hand sanitizer) dan program kebersihan rutin di rumah yang baik,
  4. aturan dan kebiasaan baru di rumah yang aman Covid-19
  5. adanya perlindungan dan dukungan khusus terhadap kelompok rentan di dalam keluarga (anak, orang tua)
  6. Adanya kesiapan ketahanan ekonomi keluarga di masa covid-19 ( lihat ketahanan pribadi no. 5),
    1. membangun kesadaran dan kebiasaan hemat seluruh anggota keluarga
    2. memperbesar dana darurat keluarga
    3. memperbesar dana kesehatan keluarga
    4. pembagian jelas tentang tanggung jawab keuangan di dalam keluarga
    5. sebisa mungkin jangan mengambil hutang
    6. Sebisa mungkin tidak mencairkan aset keluarga dan tetaplah berinvestasi
  7. kesiapan ketahanan logistik keluarga di masa Covid-19 (( lihat ketahanan pribadi no. 6)
  8. komunikasi, pembagian tugas, dan adaptasi dalam keluarga menghadapi perubahan-perubahan baru dalam rumah tangga akibat Covid-19. Ini mengingat tekanan psikis dan intensitas interaksi dalam rumah akan meningkat, serta beban-beban baru yang dialami keluarga (tekanan finansial, bekerja di rumah, belajar di rumah, membersihkan rumah, kerja bakti komunitas  misalnya).
  9. penguatan komunikasi, sharing, dan rapat keluarga menghadapi Covid-19

Ketahanan pribadi adalah dasar, sementara ketahanan keluarga adalah benteng terkuat bagi kita untuk melawan Covid-19.  Di tingkat pribadi, individu disiapkan menjadi subyek dalam langkah bersama melawan pandemi ini. Individu juga menjadi pondasi ketahanan bersama dengan kesadaran dan perilaku hidup sehat masyarakat yang hanya bisa diwujudkan pada tingkat ini. Sementara itu di tingkat keluarga, tempat aktivitas hidup keseharian terutama berlangsung di tengah-tengah “lock down mandiri” dan pembatasan sosial di masyarakat, ketahanan komunal itu pertama-tama diletakkan.

Sudahkah kita mengembangkan ketahanan pribadi dan ketahanan keluarga guna menghadapi Covid-19 ini ? Mari bersikap adil terhadap sesama melalui kesadaran dan kedisiplinan kita dalam menjalankan protokol kesehatan mengantisipasi Covid-19 !

Cyprianus Lilik K. P.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *