Menurut Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI, AIDS dan narkoba adalah isu-isu yang saling berhubungan dan terkait. Hal ini dibuktikan dengan fakta-fakta yang menunjukkan bahwa banyak kasus penularan AIDS disebabkan oleh penyalahgunaan narkoba. Angka kasus penularan melalui jarum suntik meningkat drastis, terutama di kalangan remaja.

Data juga menunjukkan bahwa hingga bulan Maret 2015 terdapat 167.350 kasus HIV, dengan 10.537 kasus di Jawa Tengah dan 2.967 kasus di DIY. Untuk jumlah penderita AIDS terdapat 66.385 kasus, dengan 4.086 kasus di Jawa Tengah dan 916 kasus di DIY. Dari jumlah keseluruhan kasus AIDS tersebut, 8.480 kasus disebabkan oleh penggunaan jarum suntik. Sedangkan menurut data dari UNAIDS, di Indonesia tahun 2013 saja diperkirakan terdapat 640.000 orang yang hidup dengan HIV dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 660.000 orang. Selain itu, data Badan Narkotika Nasional menunjukkan terdapat 4 juta orang tersangkut penyalahgunaan narkoba dari tingkatan pencoba hingga pecandu. Data dari UNODC lebih besar lagi karena pengguna narkoba hingga 2015 mencapai 4,7 juta orang.

Gereja KAS perlu prihatin dengan fakta demikian, diperlukan upaya sistematis untuk mengatasinya, agar tidak menimbulkan kerugian terhadap umat secara keseluruhan. Berikut ini adalah beberapa data terkait HIV-AIDS dan penyalahgunaan narkotika dan zat aditif lain, yang relevan untuk melihat gambaran tantangan ke depan.