Merawat Kebhinekaan

Sebagaimana kata-kata lain yang mampu menggerakkan jiwa kita, bagi saya, “kebhinnekaan” adalah kata kerja. Kita dengan mudah menemukan beraneka kata-kata semacam ini : merdeka, Indonesia, prestasi, cinta, keluarga, dan lain-lain. Kata-kata ini menggerakkan jiwa, dengannya sesosok pribadi terbangkitkan menjadi subyek yang berani menulis sejarah. Tentu saja, jangan tanyakan ini kepada guru bahasa Indonesia. Mereka akan memberi jawaban yang berbeda. Kata-kata itu pernah, sudah, sedang, dan akan terus menarik ribuan pribadi untuk turun ke jalan, berkorban, dan berjuang. mengapa ? Karena kata-kata itu dapat menyentuh jiwa mereka. Dan kebhinnekaan kita adalah kata yang menggelisahkan kita akhir-akhir ini, ia menyentuh kiya, tetapi secara pedih, karena sebagai mantra yang seharusnya meneguhkan hidup bersama, ia hampir-hampir tiada....

Depositum Fidei : membagi harta rohani, menyemai kekayaan iman pribadi

dari diskusi KMKI di Rumah Kuwera, Sabtu, 7 April 2019 Menjadi tugas setiap umat beriman untuk membagi harta rohani Gereja kepada semua umat beriman lainnya, agar setiap putra-putri Allah mengenali dan memiliki harta Gereja di dalam hatinya dan menghidupi dengan tindakannya. Supaya mereka bergembira “ Mas, ini bukunya, aku kembalikanya.” Kata Nadya, relawan di KKPKC KAS sembari menyerahkan buku YOUCAT kepada saya. “Bagaimana isinya ?” tanya saya, berusaha memperoleh umpan balik. “Bagus mas, banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang selama ini belum aku temukan jawabannya, dijawab di situ, bagus banget.” Jawabnya dengan sumringah. Buku yang aslinya berjudul Katholischer Jugendkatechismus  itu memang dibuat untuk membuat Nadia tersenyum : agar orang-orang muda mengenali harta warisan imannya, dan berbahagia karenanya....

Apa itu Integral Human Dvelopment ?

Pembangunan/perkembangan manusia yang integral (integral human development, IHD) adalah fungsi integritas dalam perilaku seseorang, integritas masyarakat, integritas ciptaan, dan integritas dengan yang ilahi : itu adalah psikologis, sosiologis, ekologis, dan teologis.Karena itu, pribadi manusia di dalam dan dengan komunitasnya harus berusaha untuk berkembang secara psikologis, sosiologis, ekologis, dan teologis. Ini adalah kondisi minimum dan kriteria untuk pengembangan/pembangunan manusia integral yang otentik. (Camillus Kassala) Komentar Camilus Kassala itu, setidaknya bagi saya, merangkum gagasan yang luas dari  perkembangan manusia yang integral, sebuah gagasan yang ditawarkan paus Paulus IV lewat ensiklik beliau, Populorum Progressio yang dikeluarkan 52 tahun yang lalu, 26 Maret 1967. Ensiklik besar ini mengantisipasi satu tema besar...