Tantangan pengarusutamaan perdagangan manusia di tengah Covid-19

Hari Anti Perdagangan Manusia 30 Juli 2020 Apakah karya keselamatan Allah itu masih berlangsung di tengah kegelapan yang makin mendalam ? Tanya Romo Paschalis Saturnus, Pr mengawali uraiannya dalam konferensi pers online, 29 Juli 2020 lalu. Covid dan human trafficking Covid-19 tak mengenal batas-batas ekonomi, sosial, politik, gender, hingga agama.  Dengan keragaman masyarakat terdampak, memunculkan pula dampak yang berbeda-beda skala dan kedalamannya di setiap elemen masyarakat yang ada. Covid-19 menjadi economic attack pada kaum miskin yang notabene adalah kelompok paling rentan terhadap perdagangan manusia. Dampak serangan ekonomi terhadap komunitas rentan ini begitu luas dan dalam.  “Dalam situasi seperti ini, orang bisa melakukan hal-hal di luar perkiraan kita,” tutur Pdt. Emmy Sahertian dalam konferensi...

Tantangan keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan di era kebiasaan baru

The COVID-19 pandemic is far more than a health crisis: it is affecting societies and economies at their core. While the impact of the pandemic will vary from country to country, it will most likely increase poverty and inequalities at a global scale, making achievement of SDGs even more urgent.UN’s Framework for the Immediate Socio-Economic Response to the COVID 19 Crisis Vonis para pakar WHO bahwa kita semua harus hidup bersama dengan virus Corona dalam jangka panjang, memberi kita pilihan tunggal untuk menulis kembali kebiasaan sehari-hari selaras protokol keamanan kesehatan Covid-19. Ini jelas berdampak bagi hidup keseharian kita, dengan keniscayaan untuk selalu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, hingga menyucihamakan benda-benda di sekitar kita sekala berkala. Lebih jauh dari itu, kebiasaan baru juga melahirkan...

Pancasila sebagai tindakan pemerdekaan

Gagasan Dasar Pertama, Pancasila adalah memori, diskursus, konsensus, sekaligus elan pembebasan Indonesia : Pancasila tidak dapat dilepaskan dari sejarah pemerdekaan Indonesia. Pancasila adalah rekaman/catatan, narasi, diskusi, kegairahan, serta konseptualisasi sekaligus refleksi kolektif atasnya. Sebagai memori kolektif, Pancasila merekam ide-ide besar yang menggerakkan pergerakan kebangsaan : kemanusiaan, keadilan sosial, demokrasi kerakyatan, persatuan kebangsaan, serta ketuhanan. Trisila, socio nationalism, socio democratie, dan ketuhanan, jelas merujuk pada tiga spektrum ideologis yang menjadi tulang punggung pergerakan nasional. Sementara Ekasila, gotong-royong mengacu pada semangat paling dasar yang memungkinkan semua kekuatan rakyat bersatu, berkolaborasi, saling berkontribusi untuk merintis dan merajut keindonesiaan. Pancasila adalah...

Perjalanan untuk Merawat Rumah Kita Bersama : Dokumen Vatikan tentang Ekologi Integral

Kamis, 18 Juni 2020, di hadapan jurnalis yang terbatas dan mengikuti standar penjarakan fisik, panel yang terdiri dari para pemimpin lembaga di vatikan dan organisasi Katolik dunia meluncurkan dokumen berjudul “Journeying for the care of the common home”.  Dokumen setebal 225 ini dipersiapkan oleh Holy See Interdicastery Table on integral Ecology sejak 2015 dengan berusaha mengevaluasi kembali berbagai macam gerakan dan langkah yang muncul untuk memperjuangkan ekologi integral. Dokumen ini diharapkan bisa menjadi panduan yang membantu umat Katolik dan masyarakat luas untuk membangun hubungan sejati dengan segenap ciptaan. Sekretaris Hubungan Negara-negara, Uskup Agung Paul Gallagher, menyatakan bahwa dokumen tersebut memuat kontribusi dari berbagai konferensi uskup tingkat benua, organisasi internasional, Gerakan Katolik, para superior...

Materi Webinar Laudato Si KKPKC-KAS

Romo, Suster, Ibu, Bapak, dan rekan-rekan semua berikut kami sampaikan file terkait Webinar Laudato Si yang diselenggarakan KKPKC KAS bekerjasama dengan Suster-suster Green Monastery, Kota Tanpa Sampah, dan Yayasan Benih Cetta Nusantara, 30 Mei 2020. Sr. Amelia Hendani, SGM, Spiritualitas Laudato Si : Membangun relasi baru dengan sesama ciptaanDownload Wilma Chrysanti, Hidup Minim Sampah. Serafina Adhita Herviana, Konservasi Meja MakanDownload Semoga bermanfaat dan terimakasih sekali atas partisipasinya...

WEBINAR LAUDATO SI KKPKC-KAS

Komisi Keadilan Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan KAS bekerjasama dengan Sisters of The Earth Community (Green Mountain Monastery), Kota Tanpa Sampah, dan Yayasan Benih Cetta Nusantara mengundang rekan-rekan semua untuk hadir pada webinar LAUDATO SI :: RECONNECTING : Manusia dan Bumi dalam kehidupan sehari-hariSabtu, 30 Mei 202, jam 19.00-21.00 WIB/20.00-22.00 WITA/21.00-23.00 WITmenggunakan aplikasi Zoom Narasumber : Spiritualitas Laudato SiSr. Amelia Hendani, SGMGreen Mountain Monastery, Grensboro, Vermont, USA Hidup minim sampah, untuk merawat bumiWilma ChrisantyKota Tanpa Sampah/Lab Tanya, Tangerang Konservasi alam melalui gerakan pangan lokalSerafina AdhitaYayasan Benih Cetta Nusantara, Yogyakarta Link pendaftaran : https://bit.ly/WebinarLaudatoSiatau WA 082135632002 (Cyprianus Lilik K....

Ekologi Integral dan Tujuh Tujuan Laudato Si

Pembangunan (pengembangan-terj Rm. Martin Harun, OFM)) dapat disebut otentik kalau ada jaminan untuk mewujudkan perbaikan secara keseluruhan dalam kualitas hidup manusia, LS 147 Sebagaimana cinta menjadi ikatan, hakikat sekaligus obat sosial yang kuat dalam relasi antarmanusia, demikian pula cinta menjadi pepulih dalam persaudaraan manusia atas alam. Melengkapi Laudato Si, Dicastery for Promoting Integral Human Development juga mencanangkan Laudato Si Goals, yakni serangkaian tujuan strategis yang ingin diwujudkan sebagai hasil kongkrit ensiklik tersebut. Tujuan tersebut dikembangkan dari konsep ekologi integral yang menjadi inti tanggapan Paus Fransiskus atas krisis lingkungan yang dihadapi. Kita akan menyelami gagasan dasar ekologi integral ini sebelum kemudian mendiskusikan tujuan-tujuan dasar Laudato Si. Ekologi Integral Dari 6...

Tahun Peringatan Khusus Laudato Si 2020-2021 Dan Platform Aksi Multiyear Laudato Si

Lima tahun yang lalu, Paus Fransiskus mengeluarkan ensiklik beliau yang kedua, yang mengingatkan dan menyerukan kepada kita semua panggilan untuk kembali merawat dan memulihkan bumi sebagai rumah kita bersama. Laudato Si adalah ensiklik besar yang menempatkan lingkungan hidup sebagai tantangan utamanya. Laudato Si adalah jawaban yang akan mewujud bila seluruh Gereja dan semua orang yang berkehendak baik bersedia terlibat dalam gerakan bersama memperjuangkan semangat ensiklik ini. Usia lima tahun Ensiklik Laudato Si bisa bermakna ganda, ia terlalu singkat untuk usia sebuah kebijakan mengakar dan membumi  di tengah tengah 1,3 milyar umat Katolik apalagi 7,6 milyar di dunia, sementara di sisi lain waktu lima tahun terlalu panjang untuk kerusakan alam yang berlangsung dengan cepatnya. Menyadari perlunya pembumian dan percepatan penerapan...

Beyond Laudato Si : Sketsa Historis Gerakan Lingkungan 1970-2020

Humanity was moving further into unsustainable territory. (Donella Meadows, et al.)[1] Sejak tahun 1970-an, kemampuan bumi untuk menopang kehidupan yang lestari sudah terlewati. Artinya, manusia menggunakan lebih dari kemampuan bumi untuk meregenerasi dirinya sendiri setiap tahunnya. Di Indonesia, batas ini juga sudah terlampaui pada 2003. Artinya, manusia saat ini selalu berutang kepada bumi untuk menopang pertumbuhan ekonomi, kebudayaan, dan cara hidupnya sehari-hari. Kemampuan alam dalam menopang kerakusan dan ambisi manusia sangatlah terbatas. Dan karena bahasa bumi tak lagi kita mengerti, maka manusia hanya bisa meraba-raba dari dampaknya. Penderitaan alam akhirnya menjadi penderitaan manusia juga. Dari sudut pandang pemerintah dan gerakan masyarakat sipil global, desakan untuk mengoreksi arah ekonomi dunia terdengar sangat...

Faith institutions call for a just recovery by divesting from fossil fuels

Pada 18 Mei 2020, Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan Keuskupan Agung Semarang mengambil bagian dalam seruan global lembaga-lembaga agama untuk divestasi dari bahan bakar fosil. Seruan ini diinisasi oleh Global Catholic Climate Movement (GCCM) dan dilakukan bersama 42 lembaga dari 14 negara di dunia, berikut pernyataan pers yang disampaikan secara kolektif : Faith institutions call for a just recovery by divesting from fossil fuels Bailouts and recovery packages must not empower polluters As major challenges for the global economy are predicted in the wake of the coronavirus pandemic, a diverse group of faith institutions is putting the call for a just economic recovery into practice. Today, 42 faith institutions from 14 countries announce their divestment from fossil fuels. This is the largest-ever joint announcement of...