Belajar dari Aksi Katolik, bertumbuh menjadi rasul awam I : Pasca Revolusi Perancis hingga tegangan Sosialisme-Kapitalisme

(bagian pertama dari dua tulisan) Cyprianus Lilik K.P. Duc in altum, Azione Cattolica. Abbi il coraggio del futuro![1], demikian sambutan Bapa Paus Yohanes Paulus II yang disampaikan pada 11th National Assembly of Italian Catholic Action di tanggal 26 April 2002. “Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam, Aksi Katolik (Italia), milikilah keberanian untuk masa depan ! Kalau Teologi Pembebasan disebut sebagai gerakan teologi dan pastoral terbesar dalam Gereja Universal sepanjang paruh kedua abad 20, Aksi Katolik bisa dianggap sebagai “paman” dari gerakan tersebut, dan telah lahir hampir satu abad sebelumnya. Benar, Aksi Katolik adalah pendahulu Teologi Pembebasan yang lahir dari ‘dunia lama’ Gereja Universal, sementara Teologi Pembebasan adalah gerakan teologi dan pastoral yang tercipta dalam pusaran krisis ekonomi, sosial, politik...

Romo Endra Wijayanta, Pr Terpilih sebagai Ketua KKP-PMP Regio Jawa 2020-2023

Rapat Pertanggungjawaban dan Pemilihan Ketua Komisi Regio Jawa Pandemi boleh beraksi, tetapi karya keadilan dan kemanusiaan tak boleh mati. Keuskupan Agung Semarang kembali mendapat kehormatan dengan dipilihnya Romo Endra Wijayanta, Pr sebagai Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP PMP) Regio Jawa untuk masa bakti 2020-2023. Pada 10 September 2020 KKP PMP Regio Jawa menyelenggarakan rapat kerja regio dengan memanfaatkan platform pertemuan digital Zoom. Pertemuan ini dihadiri oleh Sekretaris eksekutif KKP PMP KWI Romo Eko Aldi, O Carm, Komisi KKP keuskupan, dan kongregasi se Regio Jawa dengan dua agenda utama, laporan pertanggungjawaban pengurus Komisi Regio Jawa masa bakti 2017-2020 dan pemilihan ketua regio yang baru. Kegiatan rutin KKP PMP - JPIC Regio Jawa diadakan 2 kali dalam setahun dalam bentuk Hari...

Kronologi Perjuangan Untuk Mendapatkan IMB Wisma Tyas Dalem Rejoso

Romo Endra Wijayanta, Pr Wisma Tyas Dalem Rejoso (TDR), adalah rumah keluarga Rm. Gregorius Utomo. Sebagai satu-satunya ahli waris, karena saudara kandungnya telah berpulang terlebih dahulu, Romo Utomo tentu berpikirke depan tentang keberadaan rumah dimana dia dididik dan dibesarkan tersebut.Sebagai seorang Imam yang lepas bebas terhadap harta duniawi, beliau sudah sejak lama merencanakan bahwa rumah itu akan diserahkan pada Gereja. Beliau berharapa gar Gereja dapat memanfaatkan sarana yang ada di lahan seluas 3800 m persegi itu dengan baik. Harapan Romo Utomo ini dapat dipahami karena beliau memang pribadi yang sungguh memperhatikan permasalahan yang ada dalam masyarakat khususnya Gereja. Perhatian beliau kepada para petani sudah dicurahkan sejak masa mudanya. Beliau pernah menjadi pejabat pada kementrian Pertanian di jaman Presiden Sukarno...