Romo Endra Wijayanta, Pr Terpilih sebagai Ketua KKP-PMP Regio Jawa 2020-2023

Rapat Pertanggungjawaban dan Pemilihan Ketua Komisi Regio Jawa Pandemi boleh beraksi, tetapi karya keadilan dan kemanusiaan tak boleh mati. Keuskupan Agung Semarang kembali mendapat kehormatan dengan dipilihnya Romo Endra Wijayanta, Pr sebagai Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP PMP) Regio Jawa untuk masa bakti 2020-2023. Pada 10 September 2020 KKP PMP Regio Jawa menyelenggarakan rapat kerja regio dengan memanfaatkan platform pertemuan digital Zoom. Pertemuan ini dihadiri oleh Sekretaris eksekutif KKP PMP KWI Romo Eko Aldi, O Carm, Komisi KKP keuskupan, dan kongregasi se Regio Jawa dengan dua agenda utama, laporan pertanggungjawaban pengurus Komisi Regio Jawa masa bakti 2017-2020 dan pemilihan ketua regio yang baru. Kegiatan rutin KKP PMP - JPIC Regio Jawa diadakan 2 kali dalam setahun dalam bentuk Hari...

Tantangan pengarusutamaan perdagangan manusia di tengah Covid-19

Hari Anti Perdagangan Manusia 30 Juli 2020 Apakah karya keselamatan Allah itu masih berlangsung di tengah kegelapan yang makin mendalam ? Tanya Romo Paschalis Saturnus, Pr mengawali uraiannya dalam konferensi pers online, 29 Juli 2020 lalu. Covid dan human trafficking Covid-19 tak mengenal batas-batas ekonomi, sosial, politik, gender, hingga agama.  Dengan keragaman masyarakat terdampak, memunculkan pula dampak yang berbeda-beda skala dan kedalamannya di setiap elemen masyarakat yang ada. Covid-19 menjadi economic attack pada kaum miskin yang notabene adalah kelompok paling rentan terhadap perdagangan manusia. Dampak serangan ekonomi terhadap komunitas rentan ini begitu luas dan dalam.  “Dalam situasi seperti ini, orang bisa melakukan hal-hal di luar perkiraan kita,” tutur Pdt. Emmy Sahertian dalam konferensi...

Tantangan keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan di era kebiasaan baru

The COVID-19 pandemic is far more than a health crisis: it is affecting societies and economies at their core. While the impact of the pandemic will vary from country to country, it will most likely increase poverty and inequalities at a global scale, making achievement of SDGs even more urgent.UN’s Framework for the Immediate Socio-Economic Response to the COVID 19 Crisis Vonis para pakar WHO bahwa kita semua harus hidup bersama dengan virus Corona dalam jangka panjang, memberi kita pilihan tunggal untuk menulis kembali kebiasaan sehari-hari selaras protokol keamanan kesehatan Covid-19. Ini jelas berdampak bagi hidup keseharian kita, dengan keniscayaan untuk selalu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, hingga menyucihamakan benda-benda di sekitar kita sekala berkala. Lebih jauh dari itu, kebiasaan baru juga melahirkan...

Perjalanan untuk Merawat Rumah Kita Bersama : Dokumen Vatikan tentang Ekologi Integral

Kamis, 18 Juni 2020, di hadapan jurnalis yang terbatas dan mengikuti standar penjarakan fisik, panel yang terdiri dari para pemimpin lembaga di vatikan dan organisasi Katolik dunia meluncurkan dokumen berjudul “Journeying for the care of the common home”.  Dokumen setebal 225 ini dipersiapkan oleh Holy See Interdicastery Table on integral Ecology sejak 2015 dengan berusaha mengevaluasi kembali berbagai macam gerakan dan langkah yang muncul untuk memperjuangkan ekologi integral. Dokumen ini diharapkan bisa menjadi panduan yang membantu umat Katolik dan masyarakat luas untuk membangun hubungan sejati dengan segenap ciptaan. Sekretaris Hubungan Negara-negara, Uskup Agung Paul Gallagher, menyatakan bahwa dokumen tersebut memuat kontribusi dari berbagai konferensi uskup tingkat benua, organisasi internasional, Gerakan Katolik, para superior...

WEBINAR LAUDATO SI KKPKC-KAS

Komisi Keadilan Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan KAS bekerjasama dengan Sisters of The Earth Community (Green Mountain Monastery), Kota Tanpa Sampah, dan Yayasan Benih Cetta Nusantara mengundang rekan-rekan semua untuk hadir pada webinar LAUDATO SI :: RECONNECTING : Manusia dan Bumi dalam kehidupan sehari-hariSabtu, 30 Mei 202, jam 19.00-21.00 WIB/20.00-22.00 WITA/21.00-23.00 WITmenggunakan aplikasi Zoom Narasumber : Spiritualitas Laudato SiSr. Amelia Hendani, SGMGreen Mountain Monastery, Grensboro, Vermont, USA Hidup minim sampah, untuk merawat bumiWilma ChrisantyKota Tanpa Sampah/Lab Tanya, Tangerang Konservasi alam melalui gerakan pangan lokalSerafina AdhitaYayasan Benih Cetta Nusantara, Yogyakarta Link pendaftaran : https://bit.ly/WebinarLaudatoSiatau WA 082135632002 (Cyprianus Lilik K....

Tahun Peringatan Khusus Laudato Si 2020-2021 Dan Platform Aksi Multiyear Laudato Si

Lima tahun yang lalu, Paus Fransiskus mengeluarkan ensiklik beliau yang kedua, yang mengingatkan dan menyerukan kepada kita semua panggilan untuk kembali merawat dan memulihkan bumi sebagai rumah kita bersama. Laudato Si adalah ensiklik besar yang menempatkan lingkungan hidup sebagai tantangan utamanya. Laudato Si adalah jawaban yang akan mewujud bila seluruh Gereja dan semua orang yang berkehendak baik bersedia terlibat dalam gerakan bersama memperjuangkan semangat ensiklik ini. Usia lima tahun Ensiklik Laudato Si bisa bermakna ganda, ia terlalu singkat untuk usia sebuah kebijakan mengakar dan membumi  di tengah tengah 1,3 milyar umat Katolik apalagi 7,6 milyar di dunia, sementara di sisi lain waktu lima tahun terlalu panjang untuk kerusakan alam yang berlangsung dengan cepatnya. Menyadari perlunya pembumian dan percepatan penerapan...

Faith institutions call for a just recovery by divesting from fossil fuels

Pada 18 Mei 2020, Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan Keuskupan Agung Semarang mengambil bagian dalam seruan global lembaga-lembaga agama untuk divestasi dari bahan bakar fosil. Seruan ini diinisasi oleh Global Catholic Climate Movement (GCCM) dan dilakukan bersama 42 lembaga dari 14 negara di dunia, berikut pernyataan pers yang disampaikan secara kolektif : Faith institutions call for a just recovery by divesting from fossil fuels Bailouts and recovery packages must not empower polluters As major challenges for the global economy are predicted in the wake of the coronavirus pandemic, a diverse group of faith institutions is putting the call for a just economic recovery into practice. Today, 42 faith institutions from 14 countries announce their divestment from fossil fuels. This is the largest-ever joint announcement of...

Paroki Siaga Covid-19 : tujuh elemen dasar ketahanan paroki

Ketahanan paroki adalah ketangguhan dan keuletan paroki untuk bertahan, memelihara, dan melindungi warganya terhadap ancaman yang ada, mengantisipasi resiko-resiko dan ketidakterdugaan situasi yang terjadi serta memulihkan diri dari kerusakan akibat sebuah bencana. Ada batas daya tahan sebuah masyarakat terhadap kebencanaa. Kesiapsiagaan yang baik secara pasti akan menaikkan tingkat daya tahan masyarakat itu terhadap ancaman-ancaman yang ada. Ada beberapa aspek ketahanan paroki : Pengetahuan akan ancaman kebencanaan : ciri, asal, bentuk ancaman kebencanaan yang muncul, hingga langkah dan strategi yang tepat untuk mengurangi resiko kerusakan yang mungkin terjadi. Penguasaan terhadap ancaman kebencanaan penting bukan hanya dalam kedalamannya, tetapi juga dalam keluasaan jangkauan pengetahuan terhadap seluruh anggota komunitas. Pengenalan...

Melawan stigmatisasi Covid-19 : akar masalah, gejala, dan langkah strategis

Diskriminasi kepada pasien Covid-19, kepada mereka yang dalam pemantauan (ODP dan PDP), serta tenaga kesehatan menandai ketidakdewasaan publik kita dalam menghadapi ancaman krisis yang terjadi. Ketidakmatangan publik itu, yang dalam masa-masa biasa mungkin tidak banyak disadari dan dirasakan dampaknya, bisa menjadi sangat tajam di saat-saat krisis dengan tekanan sosial yang tinggi di dalamnya. Pribadi maupun kolektif dapat dengan mudah melakukan tindakan-tindakan reaksioner dan emosional. Manusia seakan kehilangan nalar dan hati nuraninya. Kita sudah melihat bagaimana warga yang terduga Covid-19 terusir dari tempat tinggalnya, kita meihat bagaimana tenaga kesehatan tidak diterima di kampung tempat tinggalnya, kita juga melihat bagaimana mantan pasien Covid-19 tidak lagi bisa tinggal di tempat asalnya. Kita juga menyaksikan bagaimana ketegangan...

Membangun Ketahanan Melawan Covid (2) : Ketahanan Komunitas dan Ketahanan Masyarakat

Ketika solusi pengobatan belum ditemukan, demikian pula daya topang fasilitas kesehatan publik sangat terbatas, membangun masyarakat yang berdisiplin menjalankan aturan-aturan kesehatan yang didesain secara epidemiologis mengamankan populasi adalah solusi yang terbaik. Dalam postingan sebelumnya kita telah bersama-sama mencermati bagaimana membangun ketahanan terhadap Covid-19 pada tingkat pribadi dan keluarga. Dua lingkaran ini menjadi inti dari kemampuan masyarakat kita merespon penyebaran virus Corona di masyarakat. Lingkaran-lingkaran ketahanan ini saling menopang satu sama lain. Lingkaran yang lebih luar menjadi pendukung lingkaran ketahanan di dalamnya. Ketahanan pada tingkat pribadi tidak dapat terwujud tanpa dukungan ketahanan pada tingkat keluarga. Lebih luas lagi, upaya-upaya pada tingkat pribadi dan keluarga hanya dapat berjalan baik...