Tantangan keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan di era kebiasaan baru

The COVID-19 pandemic is far more than a health crisis: it is affecting societies and economies at their core. While the impact of the pandemic will vary from country to country, it will most likely increase poverty and inequalities at a global scale, making achievement of SDGs even more urgent.UN’s Framework for the Immediate Socio-Economic Response to the COVID 19 Crisis Vonis para pakar WHO bahwa kita semua harus hidup bersama dengan virus Corona dalam jangka panjang, memberi kita pilihan tunggal untuk menulis kembali kebiasaan sehari-hari selaras protokol keamanan kesehatan Covid-19. Ini jelas berdampak bagi hidup keseharian kita, dengan keniscayaan untuk selalu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, hingga menyucihamakan benda-benda di sekitar kita sekala berkala. Lebih jauh dari itu, kebiasaan baru juga melahirkan...

Gaungkan Surat Gembala, KKPKC KAS Adakan Diskusi Penanggulangan dan Pemanfaatan Sampah Plastik

Menurut riset data dari Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup, jumlah sampah di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 68 juta ton dan diantaranya 9,52 juta ton sampah plastik. Menjadi bentuk keprihatinan bagi kita sendiri ketika plastik mempunyai banyak manfaat, tetapi sampah dari plastik itu sendiri sudah tidak dapat ditolerir lagi. Mgr. Robertus Rubiyatmoko selaku Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang dalam Surat Gembala Pra Paskah 2019 mengajak umat untuk melindungi tanah dari sampah plastik. Dalam Surat Gembala tersebut, Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang ini yang akrab dipanggil Mgr. Rubi menyatakan “Gerakan berbagi berkat senantiasa dapat kita lakukan tidak hanya kepada sesama manusia, namun juga kepada alam lingkungan. Hal ini dapat kita wujudkan, misalnya dengan ngopèni (merawat) dan melindungi...