Membangun Ketahanan Melawan Covid (2) : Ketahanan Komunitas dan Ketahanan Masyarakat

Ketika solusi pengobatan belum ditemukan, demikian pula daya topang fasilitas kesehatan publik sangat terbatas, membangun masyarakat yang berdisiplin menjalankan aturan-aturan kesehatan yang didesain secara epidemiologis mengamankan populasi adalah solusi yang terbaik. Dalam postingan sebelumnya kita telah bersama-sama mencermati bagaimana membangun ketahanan terhadap Covid-19 pada tingkat pribadi dan keluarga. Dua lingkaran ini menjadi inti dari kemampuan masyarakat kita merespon penyebaran virus Corona di masyarakat. Lingkaran-lingkaran ketahanan ini saling menopang satu sama lain. Lingkaran yang lebih luar menjadi pendukung lingkaran ketahanan di dalamnya. Ketahanan pada tingkat pribadi tidak dapat terwujud tanpa dukungan ketahanan pada tingkat keluarga. Lebih luas lagi, upaya-upaya pada tingkat pribadi dan keluarga hanya dapat berjalan baik...

Membangun ketahanan melawan Covid (1) : Ketahanan Pribadi dan Ketahanan Keluarga

SARS Cov-2 bukan hanya virus yang menyerang pada tubuh, terutama sistem pernafasan kita, mlelainkan juga pada keseluruhan sendi-sendi masyarakat. Penularan yang sangat cepat dan sulit terdeteksi menyebabkan volume penderita meningkat. Rumah-rumah sakit dan pusat-pusat kesehatan masyarakat  dengan cepat terisi melampaui upaya pemerintah dan masyarakat melakukan penambahan kapasitas sistem perawatan kesehatan.  Mereka yang tidak mendapat pelayanan medis yang memadai, apalagi kelompok rentan, dengan sendirinya berada di bawah bayang-bayang resiko kesehatan yang tinggi. Tidak ada jalan lain untuk meredam ancaman kesehatan yang ada selain dengan menerapkan kedisiplinan  untuk penjarakan fisik, pembatasan mobilitas sosial, pemakaian masker, kebiasaan mencuci tangan, pembatasan aktivitas, serta penguatan sistem kekebalan tubuh. ...