Melawan stigmatisasi Covid-19 : akar masalah, gejala, dan langkah strategis

Diskriminasi kepada pasien Covid-19, kepada mereka yang dalam pemantauan (ODP dan PDP), serta tenaga kesehatan menandai ketidakdewasaan publik kita dalam menghadapi ancaman krisis yang terjadi. Ketidakmatangan publik itu, yang dalam masa-masa biasa mungkin tidak banyak disadari dan dirasakan dampaknya, bisa menjadi sangat tajam di saat-saat krisis dengan tekanan sosial yang tinggi di dalamnya. Pribadi maupun kolektif dapat dengan mudah melakukan tindakan-tindakan reaksioner dan emosional. Manusia seakan kehilangan nalar dan hati nuraninya. Kita sudah melihat bagaimana warga yang terduga Covid-19 terusir dari tempat tinggalnya, kita meihat bagaimana tenaga kesehatan tidak diterima di kampung tempat tinggalnya, kita juga melihat bagaimana mantan pasien Covid-19 tidak lagi bisa tinggal di tempat asalnya. Kita juga menyaksikan bagaimana ketegangan...

Dekrit Indulgensi (Pengampunan) Khusus Saat Wabah COVID-19

Dekrit Penitensiaria Apostolik tentang Pemberian Indulgensi Khusus bagi Umat Beriman dalam Pandemi Saat ini (20 Maret 2020). Terjemahan tidak resmi oleh Rm. Adrianus Suyadi, SJ Karunia indulgensi (pengampunan) khusus ini diberikan kepada umat beriman (Katolik) yang terjangkit wabah Covid-19, yang umumnya disebut Coronavirus, dan juga kepada para dokter, tenaga medis, anggota keluarga dan semua orang yang dalam berbagai kapasitasnya, termasuk melalui doa, merawat mereka. “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan dan bertekunlah dalam doa” (Roma 12:12). Kata-kata yang ditulis oleh Santo Paulus kepada Gereja di Roma bergema sepanjang sejarah Gereja dan membimbing pertimbangan umat beriman dalam berhadapan dengan semua penderitaan, penyakit dan bencana. Saat ini di mana seluruh umat manusia terancam oleh penyakit...